BuserFakta.net – Kota MALANG
Dugaan tindak pidana penyekapan dan penganiayaan terjadi di sebuah kafe bernama Sarang Kopi kafe, yang beralamat di Jalan Mulyorejo, Kelurahan Bandulan Kecamatan Sukun Kota Malang
Seorang karyawan bernama Huda Bilal (warga Muharto Gang 5) menjadi korban perlakuan kejam pihak manajemen dan rekan kerjanya, hingga akhirnya keluarganya melaporkan kasus ini ke Polsek Sukun.
Berikut penjelasan lengkap yang disampaikan oleh Misyanto Gowang Jok Kleroh sebagai keluarga korban
Di katakan bahwa Insiden berawal dari tuduhan pelanggaran keuangan sebesar Rp400.000 hingga Rp600.000 yang dilontarkan manajemen terhadap empat orang karyawan
Ketiga karyawan lainnya langsung diperbolehkan pulang, namun nasib berbeda dialami Huda Bilal
Ia dilarang meninggalkan ruangan dan disekap selama 2 jam.
Saat menyekap dan menganiaya ponakan saya, pihak manajemen sengaja mematikan seluruh kamera pengawas CCTV agar tidak ada bukti rekaman. Lalu ia dipukuli, ditampar, dan dianiaya secara bergantian oleh sebelas orang hingga wajah dan tubuhnya penuh lebam dan memar,”Ungkap Misyanto pada Jumat (26/6/2026)
Setelah tindakan kekerasan itu berhenti, korban dipaksa mandi agar jejak luka tidak terlihat jelas, baru kemudian diperbolehkan pulang dengan ancaman keras: Dilarang menceritakan kejadian ini kepada siapa pun,termasuk keluarganya, serta diminta membawa uang Rp600.000 keesokan harinya sebagai ganti rugi.
Sesampainya di rumah, kondisi korban yang babak belur membuat keluarga terkejut apa yang sebenarnya terjadi, pihak keluargapun langsung mendatangi kafe untuk meminta penjelasan.
Namun sampai dilokasi keluarga justru dihadang dan mendapat perlakuan kasar Akhirnya, keluarga memutuskan melaporkan peristiwa ini ke Polsek Sukun agar ditindak secara hukum “Tegas Misyanto pada Media BuserFakta
Berdasarkan keterangan warga sekitar yang tidak mau disebut namanya trmasuk pengurus RT/RW di lingkungan Mulyorej mengatakan perlakuan seperti ini diduga sudah sering terjadi di tempat usaha tersebut
Tempat ini sudah lama menimbulkan keributan. Warga bahkan sempat meminta agar kafe ini ditutup karena pengelolaannya tidak terkendali dan tidak profesional, Karyawannya juga sering berganti ganti dalam waktu singkat; diduga banyak yang mengalami perlakuan sama tapi takut melapor,” jelas Misyanto menyampaikan keterangan warga
Keluarga korban menegaskan tidak akan berhenti sampai kebenaran terungkap. Mereka mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas, termasuk mengapa CCTV sengaja dimatikan dan mengapa perlakuan serupa diduga terjadi berulang kali
Kami percaya proses hukum akan berjalan lurus. Jika perlu, kami akan bongkar semua fakta agar tempat ini tidak lagi menjadi sarang kekerasan terhadap karyawan. Kami juga meminta bukti rekaman CCTV diperiksa secara mendalam meski diklaim dimatikan,”Tegasnya.
Hingga berita ini dimuat, laporan resmi telah diterima Polsek Sukun dan sedang dalam tahap penyelidikan. Pihak manajemen Pusat Neskafe belum memberikan tanggapan atau klarifikasi apa pun
Redaksi BuserFakta.net menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan asas praduga tak bersalah
membuka ruang komunikasi untuk menyampaikan klarifikasi, atau hak jawab pada pihak yang terkait atas pemberitaan ini, Sesuai UU Pers No.40 Tahun 1999
(Tim/Red)
























