BuserFakta.news – BOGOR
Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor melalui Tim Pemberdayaan Pemuda menggelar kegiatan Roadshow Penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Go to School Tahun 2026 di SMAN 1 Babakan Madang.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Laili Fikriyah selaku Ketua Tim Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bogor. Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Dispora Kabupaten Bogor dalam memberikan edukasi serta perlindungan kepada generasi muda dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
Dalam kegiatan tersebut, Laili Fikriyah menekankan pentingnya pelaksanaan penyuluhan secara langsung di lingkungan sekolah. Menurutnya, pelajar merupakan kelompok yang harus mendapatkan pembinaan, pendampingan, dan informasi yang tepat agar mampu mengenali bahaya narkotika serta berani menolak segala bentuk penyalahgunaannya.
Roadshow P4GN Go to School Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat membangun kesadaran, ketahanan diri, serta karakter para pelajar agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan dan lingkungan yang berisiko.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gino, S.E., selaku Kepala Subbagian Umum BNK Kabupaten Bogor; perwakilan INASSOC Kabupaten Bogor Sigit Sasono, S.I.Kom.; serta Kepala SMAN 1 Babakan Madang Sopian Irwan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran DPK KNPI Kecamatan Babakan Madang, yaitu Ketua DPK KNPI Kecamatan Babakan Madang Hanafi Chaniago, Wakil Ketua Bidang Riset, Analisis, dan Litigasi Aidil, serta Sekretaris Bidang Usaha Nur Muhammad Yasin, S.E.
Hadir pula Ketua Bikers Advocate Indonesia Chapter Bogor Raya, Ardiansyah Syaiful, S.H., yang sekaligus merupakan pengurus DPK KNPI Kecamatan Babakan Madang.
Ketua DPK KNPI Kecamatan Babakan Madang, Hanafi Chaniago, menyampaikan dukungannya terhadap program yang dilaksanakan Dispora Kabupaten Bogor tersebut. Menurutnya, pencegahan penyalahgunaan narkotika harus dilaksanakan secara bersama-sama dengan melibatkan pemerintah, sekolah, organisasi kepemudaan, keluarga, serta masyarakat.
Ardiansyah Syaiful, S.H. menambahkan bahwa penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat menimbulkan konsekuensi sosial, pendidikan, keluarga, dan hukum yang serius bagi para pelajar.
Oleh karena itu, edukasi mengenai narkotika harus diberikan sejak dini agar generasi muda memahami risiko serta akibat yang dapat ditimbulkan. Para pelajar juga perlu diberikan keberanian untuk melaporkan kepada guru, orang tua, atau pihak berwenang apabila mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya.
Melalui kegiatan ini, Dispora Kabupaten Bogor di bawah koordinasi Ketua Tim Pemberdayaan Pemuda, Laili Fikriyah, menunjukkan peran aktif pemerintah daerah dalam membangun generasi muda yang sehat, berintegritas, berprestasi, dan bebas dari narkoba.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan mendapatkan respons positif dari pihak sekolah serta para pelajar. Sinergi antara Dispora Kabupaten Bogor, BNK Kabupaten Bogor, pihak sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas, dan unsur masyarakat diharapkan terus diperkuat guna mewujudkan Kabupaten Bogor Bersinar—Bersih dari Narkoba
(Tim)
























