BuserFakta.net – Kab Sukabumi
Jembatan Cibodas yang menghubungkan Desa Curugkembar dan Desa Banjarsari, Kecamatan Curugkembar dan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, kembali memakan korban.
Kecelakaan terjadi pada Jumat malam, 15 Mei 2026 sekitar pukul 19.30 WIB. Korban, Cahyono alias Pak Yono, guru SMPN 2 Cidadap/Banjarsari, terjatuh dari jembatan saat pulang dari rumah orang tuanya bersama istri dan dua anaknya menggunakan sepeda motor.
Akibat insiden tersebut, Pak Yono mengalami patah tulang kaki dan luka-luka. Sementara istri dan kedua anaknya hanya mengalami luka ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Menurut keterangan warga yang berada di lokasi kejadian, kecelakaan diduga terjadi karena kondisi jembatan yang licin, rusak, dan berlubang di beberapa titik. Warga menyebut, jembatan kayu tersebut sudah ada lebih dari 30 tahun dan belum pernah mendapat perbaikan atau pembangunan ulang yang layak.
Ketinggian jembatan ke sungai di bawahnya lebih dari 6 meter. Beruntung saat kejadian air sedang surut, sehingga korban tidak hanyut terbawa arus,” ujar seorang warga yang membantu proses evakuasi.
Diduga Minim Perhatian Pejabat
Warga menyayangkan minimnya perhatian dari pihak terkait terhadap kondisi jembatan yang menjadi jalur vital dan jalan pintas bagi warga dua desa.
Kondisi ini memicu kecurigaan publik terkait alokasi dan penggunaan Dana Desa yang dikucurkan setiap tahun, serta peran Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam perawatan infrastruktur dasar.
Jembatan ini setiap hari dipakai warga. Tapi kepala desa terkesan tidak mau tahu. Kami curiga ada pembiaran,” kata salah satu warga di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Desa Curugkembar, Pemerintah Desa Banjarsari, maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sukabumi terkait rencana perbaikan jembatan tersebut.
Warga berharap instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jembatan. Tujuannya agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan keselamatan warga dapat terjamin
Reporter : Rian Sutandi
























