buserfakta.net//Malang -Jatim Pemerintah Propinsi Jawa Timur Segera akan mempersiapkan Pembangunan proyek infrastruktur ruas jalan tol di beberapa daerah lokasi dengan anggaran yang cukup besar.Proyek ruas jalan tol itu akan dimulai pada tahun 2026 mendatang.
Anggota komisi D DPRD Jatim Heri Romahdhon mengatakan pembangunan jalan tol di Jawa Timur kini juga tercantum sebagai bagian dari Program Strategis Nasional.
“Sejumlah ruas tol yang ditargetkan mulai dibangun pada 2026 masuk dalam daftar proyek prioritas nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Permenko) Nomor 16 Tahun 2025,” jelasnya, Minggu (28/12/2025).
Politisi PAN tersebut lalu membeberkan tiga tol tersebut diantaranya tol Bunder- Manyar.
Ruas tol ini akan menjadi bagian dari jaringan Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) yang menghubungkan wilayah Gresik dan sekitarnya,” jelasnya.
“Panjang ruas Bunder-Manyar diperkirakan sekitar 9,4 kilometer. Diharapkan nantinya tol ini bisa menjadi akses penting bagi kawasan industri, pelabuhan, serta jalur distribusi logistik dari dan menuju wilayah utara Jawa Timur,” jelasnya.
Ruas tol yang masuk rencana pembangunan meliputi Seksi 1 Krian-Kedamean sepanjang 9,77 kilometer, Seksi 2 Kedamean-Boboh 8,83 kilometer, dan Seksi 3 Boboh-Bunder 10,4 kilometer,” katanya.
Sementara itu, pembangunan Seksi 4 Bunder-Manyar masih berada pada tahap persiapan penyusunan readiness criteria sebelum konstruksi dimulai.
Tol kedua, Menurut nya adalah tol Malang Kepanjen. Tol ini disiapkan sebagai akses utama dari Kota Malang menuju wilayah Kabupaten Malang bagian selatan.
“Selama ini, Kepanjen menjadi salah satu titik yang pertumbuhan ekonominya cukup pesat, namun akses jalannya masih terbatas,” terangnya
Dengan panjang yang direncanakan sekitar 30-33 kilometer, lanjutnya tol ini diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp10,04 triliun.
“Saat ini, pembangunannya masih berada pada tahap studi pendahuluan dan feasibility study, termasuk penentuan trase serta lokasi pintu keluar tol,” Jelasnya
Jalan tol ini akan terakses dengan Tol Pandaan – Malang dan Jalan Tol Tulungagung -Kepanjen
Rencananya jalan tol dengan panjang 29,79 kilometer ini di bangun tahun 2026 dan rangkum pada tahun 2028
Rencana jalan tol yang semula melewati desa Karangduren Kecamatan Pakisaji namun berubah melewati Kecamatan Gondanglegi karena adanya potensi wisata ke arah pantai selatan .
Nantinya ada exit di kawasan Kecamatan Gondanglegi sehingga terhubung dengan jalan nasional menuju pantai selatan Jawa Timur
Selanjutnya tol ketiga, katanya adalah pembangunan Tol Probolinggo-Banyuwangi akan berlanjut ke tahap 2 yang menghubungkan wilayah Besuki hingga Banyuwangi.
“Ruas tol sepanjang 126,10 kilometer ini ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026. Memiliki nilai investasi mencapai Rp10,84 triliun dan nilai konstruksi sekitar Rp7,90 triliun,” jelasnya. Proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional “Pungkasnya
(Yanto)
























