BuserFakta.news – KOTA MALANG
Keresahan mendalam melanda dunia pendidikan Kota Malang. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semula dinanti membawa manfaat, justru berujung duka dan ketakutan di SDN Kauman 1. Belasan siswa diduga keracunan usai menyantap hidangan program ini, memicu penolakan tegas dari para orang tua serta desakan keras DPRD Kota Malang untuk membongkar seluruh tata kelola dapur penyedia makanan
Insiden ini memunculkan suara lantang wali murid, Pemerintah jangan sekadar beralasan, hentikan dulu pasokan makanan itu. Anak-anak tidak akan mati kelaparan, kami orang tua masih sanggup memberi makan sendiri. Banyak orang tua kini kembali menyiapkan bekal atau membiarkan anak membeli di kantin sekolah, ketimbang mempertaruhkan nyawa buah hati
Kasus mencuat setelah siswa menderita sakit perut, mual hebat, hingga muntaber dalam rentang waktu berdekatan. Salah satu wali murid yang enggan disebut namanya mengisyaratkan ketidakwajaran hidangan sejak awal pekan:
Sejak hari Senin menu ayam, Selasa telur sudah berbau tak lazim. Rabu menu ikan amis menyengat, tak layak santap. Anak-anak terpaksa habiskan karena aturan, akhirnya pulang tak berdaya,” ungkapnya dengan emosi tertahan.
Paling tidak 12 siswa dalam satu kelas dan sejumlah siswa kelas lain mengalami gejala serupa, sebagian harus dibawa berobat ke rumah sakit. Trauma itu membuat para orang tua sepakat: lebih baik anak tidak makan dari program ini, daripada nyawa mereka terancam.
Anggota Komisi D DPRD Kota Malang Fraksi Gerindra, Ginanjar Yoni Wardoyo, menilai insiden ini adalah tamparan keras. Padahal belum lama Badan Gizi Nasional sudah melakukan pembenahan, namun celah bahaya masih terbuka lebar.
Kami sangat menyesalkan. Jika pasca-evaluasi masih terjadi hal seperti ini, artinya perbaikan hanya menyentuh administrasi, bukan pelaksanaan nyata di lapangan,”Tegas Ginanjar
Audit menyeluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Pengawasan ketat mulai dari bahan baku, pengolahan, hingga pengantaran
Pertanggungjawaban penuh seluruh pihak yang bertanggung jawab atas mutu makanan
Jangan sampai kelalaian merusak niat baik program, apalagi yang jadi taruhan nyawa anak-anak
Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Kesehatan Kota Malang membenarkan telah mengambil sampel makanan untuk uji laboratorium. Hasil diperkirakan keluar Senin (27/7/2026). Namun bagi para orang tua, kepastian itu sudah terlambat untuk mencegah penderitaan anak.
Kami tunggu hasil resmi, tapi sampai saat itu jangan kirim lagi. Kami mampu menjaga asupan anak kami sendiri. Pemerintah tak perlu repot, asalkan nyawa anak kami aman,”Tegas wali murid tersebut.
BuserFakta.news akan terus memantau perkembangan hasil laboratorium dan langkah tegas pihak berwenang. Uang rakyat dan niat baik negara tak boleh berubah menjadi bencana bagi generasi penerus bangsa.
(Halim/Red)
























