BuserFakta.News – SURABAYA
Kepolisian Daerah Jawa Timur di bawah pimpinan Kapolda Jatim yang baru, Irjen Polisi Dekananto Eko Purwono, menggelar konferensi pers pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi, Senin (2/11/2026) di Mapolda Jatim Surabaya. Langkah tegas ini disambut positif dan mendapat apresiasi luas dari masyarakat Jawa Timur.
Dalam penindakan bersama BPH Migas, Pertamina, dan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Polda Jatim berhasil mengungkap praktik penyelewengan di 22 lokasi yang tersebar di Mojokerto, Tulungagung, Blitar, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, Kediri, Lamongan, Bondowoso, Banyuwangi, Lumajang, hingga Situbondo.
Dari hasil penindakan oleh Polda Jatim
21 orang ditetapkan sebagai tersangka
Disita: 2.734 liter Pertalite, 24.799 liter Solar Subsidi, serta 434 tabung LPG
Kerugian keuangan negara sementara: Rp35.737.976.000
Tersebar di berbagai kabupaten/kota, beroperasi secara terorganisir namun bukan satu jaringan tunggal
Stok Jawa Timur harus khusus didistribusikan di Jawa Timur. Jangan sampai stok yang untuk Jawa Timur justru dialihkan ke daerah lain,”Tegas Irjen Dekananto.
Kapolda menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons langsung terhadap keresahan masyarakat akibat kelangkaan BBM dan LPG di sejumlah wilayah
Polda Jatim kini menerapkan sistem pengawasan menyeluruh, dari Depo Pertamina hingga ke SPBU, termasuk pengawalan langsung pada proses pengiriman.
Salah satu temuan signifikan terjadi di Blitar, di mana sebuah SPBU melaporkan stok habis, padahal di dalam tangki masih tersedia BBM yang diduga hendak dialihkan ke daerah lain.
Polda Jatim tidak berhenti di sini. Penyidik akan terus mengembangkan kasus dan juga akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk menelusuri aset yang diduga berasal dari praktik penyalahgunaan yang telah berlangsung lama.
Para pelaku ini bukan pemain baru. Karena itu, kami juga akan telusuri aliran dana dengan menerapkan pasal TPPU,”Ujar Irjen Dekananto.
Penindakan ini diharapkan menjamin ketersediaan BBM dan LPG subsidi tepat sasaran, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM yang sangat bergantung pada energi bersubsidi
Masyarakat Jawa Timur pun menyambut langkah ini dengan apresiasi tinggi, berharap kepastian hukum dan ketersediaan stok yang stabil segera terwujud
(Red)























