BuserFakta.net – Malang
Pada hari Rabu 17 Juni 2026 Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Malang Bergerak menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Kota Malang, Rabu siang. Berpakaian serba hitam dan membawa berbagai atribut tuntutan, mereka menyuarakan kekecewaan mendalam atas kondisi ekonomi yang memburuk, kenaikan pajak, serta kebijakan pemerintah yang dinilai hanya menguntungkan pihak berkuasa dan jauh dari kesejahteraan rakyat kecil.
Aksi dimulai pukul 13.30 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan, dilanjutkan dengan orasi-orasi tajam dari atas mobil komando. Di hadapan aparat kepolisian yang bersiaga ketat
Para mahasiswa menyampaikan sembilan poin tuntutan utama, antara lain:
Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM
Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai gagal
Mengevaluasi seluruh program nasional yang memberatkan keuangan negara
Merevisi UU TNI dan UU Polri
Mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset
Menghentikan penebangan hutan liar dan alih fungsi lahan
Membebaskan tahanan politik dan menghentikan kriminalisasi aktivis
Meminta Presiden Prabowo dan jajarannya meminta maaf kepada rakyat
Mengembalikan keadilan bagi masyarakat yang merasakan beban ekonomi
Salah satu orator menegaskan bahwa program yang digadang-gadang sebagai solusi gizi rakyat justru berubah menjadi ladang penyalahgunaan.
MBG kini bukan lagi memberi manfaat, tapi sudah menjadi rumah bagi tikus-tikus serakah. Kami minta Badan Gizi Nasional segera mengevaluasi total, jangan biarkan program ini hanya menguntungkan segelintir pihak saja,” tegasnya.
Mahasiswa juga menyoroti dampak buruk eksploitasi sumber daya alam. Menurut mereka, kerusakan lingkungan dan bencana seperti banjir yang terjadi di berbagai daerah adalah bukti nyata bagaimana kekayaan alam dikeruk untuk kepentingan kapitalis, sementara rakyatlah yang menanggung penderitaannya.
Tak hanya soal ekonomi dan lingkungan, mereka juga memprotes praktik kriminalisasi terhadap pembela hak asasi manusia.
Demokrasi terasa tidak aman. Suara keadilan justru disiram air keras dan dibungkam. Kami minta segera bebaskan teman-teman kita yang ditahan hanya karena menyampaikan kebenaran,” lanjutnya
Bertemu Dewan, Duduk Lesehan di Tengah Jalan, Suasana sempat memanas saat massa bertemu pimpinan dan anggota DPRD Kota Malang. Uniknya, pertemuan berlangsung secara akrab dengan duduk lesehan di tengah Jalan Gajahmada, bukan di ruang sidang.
Massa secara tegas meminta komitmen tertulis agar program MBG dihentikan. Ketika perwakilan Fraksi Gerindra menyatakan program tersebut bermanfaat, tanggapan keras langsung meledak dari kerumunan massa.
Kami tidak melihat manfaatnya. Yang ada hanya beban APBN dan keuntungan pihak ketiga. Hentikan saja, biarkan masa lalu berlalu,” seru salah satu perwakilan mahasiswa.
Setelah dialog berlangsung, akhirnya seluruh fraksi menyatakan sepakat untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap MBG, Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat. Mereka juga mendukung segera disahkannya RUU Perampasan Aset agar koruptor tidak bisa menikmati hasil curiannya.
Setelah seluruh aspirasi disampaikan dan tanggapan diterima, massa aksi membubarkan diri secara tertib. Sebagai bukti kedewasaan berdemokrasi, ratusan mahasiswa bersama petugas kepolisian bergotong royong membersihkan sampah dan sisa atribut aksi di sekitar lokasi.
Kami minta maaf jika ada gangguan, tapi ini cara kami menyuarakan hati rakyat kecil yang menangis dan merana. Pemerintah harus sadar, kebijakan yang dibuat harus untuk kita semua, bukan hanya untuk yang berkuasa,” pungkas perwakilan mahasiswa sebelum meninggalkan lokasi
Reporter: Misyanto Goang
























