BuserFakta.news – KAB. MALANG
Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang secara menyeluruh melaksanakan penanganan jembatan di seluruh wilayah Kabupaten Malang pada Tahun Anggaran APBD 2026
Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Anita Aulia Sari, S.T., M.MT., secara eksklusif mengonfirmasi bahwa kegiatan ini mencakup Penggantian, Rehabilitasi, hingga Pemeliharaan rutin yang tersebar di 33 kecamatan Kabupaten Malang
Semuanya diprioritaskan berdasarkan tingkat kerusakan, fungsi akses masyarakat, serta kebutuhan konektivitas wilayah
Berdasarkan data resmi Laman Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Malang, tahun ini berjalan 9 paket pekerjaan konstruksi jembatan, terdiri dari 5 penggantian dan 2 rehabilitasi. Ditambah pula dengan 20 titik pemeliharaan rutin guna menjaga keandalan akses warga masyarakat
Daftar lengkap lokasi penanganan diantaranya
Penggantian Jembatan: Wringinanom (Poncokusumo), Pujiharjo (Tirtoyudo), Sukolilo (Jabung), Genitri & Kampung Legok/Wadung (Pakis)
Rehabilitasi Jembatan: Jombok (Ngantang) dan Babadan (Ngajum) dan
Pemeliharaan Rutin: 20 titik jembatan tersebar di berbagai kecamatan Kabupaten Malang
Jembatan Sukolilo, Kecamatan Jabung menjadi salah satu perhatian utama. Anita menjelaskan, jembatan eksisting dibangun dengan konstruksi pasangan bata yang sudah retak, berukuran sempit panjang 4,6 meter, lebar 3 meter, kedalaman 5,6 meter sehingga tidak lagi memadai untuk arus lalu lintas.
Berbeda dengan jembatan lain yang diganti akibat bencana, Sukolilo ini adalah kebutuhan konektivitas yang sudah diusulkan bertahun-tahun. Camat, Kades, dan warga telah menyampaikan permohonan pelebaran melalui musrembang berkali-kali
Pada kondisi perlintasan jembatan Sukolilo Jabung, Kendaraan harus saling memberi jalan, menunggu lama, dan kondisi sudah tidak aman. Tahun ini akhirnya terwujud,” Tegas Anita.
Pelebaran dilakukan agar selaras dengan lebar jalan penghubung, sesuai dengan arahan Bapak Bupati Malang H. M. Sanusi untuk memperkuat konektivitas antar wilayah guna mendorong investasi dan perekonomian masyarakat
Hingga pekan ini, progres pekerjaan dilapangan telah mencapai lebih dari 30 persen.
Sementara itu, Jembatan Genitri/Kampung Legok, Kecamatan Pakis, juga ditangani secara mendesak. Jembatan asli dibangun tahun 1992 secara swadaya masyarakat bersama PG Keponagung, namun hanya memuat pejalan kaki dan sepeda motor, sebelum akhirnya ambruk setelah truk kesasar mengikuti peta navigasi digital.
Anita menegaskan prinsip penanganan sangat jelas yaitu: jembatan yang masih layak mendapat pemeliharaan rutin, yang rusak berat, ambruk, atau tidak memadai dibangun ulang dari nol
Semua berdasarkan skala prioritas dan usulan nyata dari masyarakat “Ujar Anita pada media ini
Terkait keterlibatan warga selama proses berlangsung, Anita mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga suasana kondusif.
Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas serta mendukung proses pembangunan yang sedang berjalan
Pemerintah daerah melalui Dinas PUBM tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara berkelanjutan demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat,” ungkap Anita Aulia Sari, S.T., M.MT.
Seluruh rangkaian pekerjaan ditargetkan selesai sepenuhnya sebelum akhir Desember 2026.
Kami pastikan apa yang menjadi tanggung jawab kami berjalan sesuai rencana: tepat waktu, berkualitas, dan benar-benar bermanfaat bagi warga masyrakat “Pungkasnya.
(Red)






















