BuserFakta.news – Malang Jatim
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan mendadak di kediaman seorang pejabat pemeriksa pajak di wilayah Malang, Jawa Timur. Dalam upaya paksa yang berlangsung Selasa-Rabu (11-12/8/2026)
Tim antirasuah berhasil mengamankan barang bukti mencolok: logam mulia emas seberat 1,3 kilogram serta uang tunai senilai Rp100 juta.
Tindakan ini merupakan bukti melebarnya penyidikan kasus dugaan suap pengurusan pajak yang bermula di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan bahwa temuan aset di Malang ini tidak akan dibiarkan begitu saja.
Kami amankan emas 1,3 kg dan uang tunai Rp100 juta di lokasi. Penyidik akan meneliti keterkaitan harta ini dengan jaringan suap yang sedang diusut secara mendalam,”Tegas Budi, pada Kamis (13/8/2026).
Kasus besar ini bermula dari permohonan restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diajukan PT Buana Karya Bhakti (BKB) bernilai awal mencapai Rp49,47 miliar, dikoreksi menjadi Rp48,3 miliar. Dugaan praktik kotor terungkap saat KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 4 Februari 2026 di Banjarmasin.
Dalam gelombang penangkapan pertama, KPK meringkus tiga tersangka utama: Kepala KPP Banjarmasin Mulyono, Pemeriksa Pajak Dian Jaya Demega, serta Manajer PT BKB Venasius Jenarus Genggor. Saat itu, petugas langsung menyita uang tunai Rp1 miliar dari tangan mereka.
Kini, dengan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) tambahan, KPK melebarkan jangkauan hingga ke Malang. Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengungkapkan arah penyidikan menuju dugaan pemberian suap, penerimaan gratifikasi, hingga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Jejak Dana Mengalir ke Malang
Penggeledahan di Malang membuka mata publik bahwa jaringan korupsi di lingkungan fiskus bisa menyembunyikan aset di berbagai wilayah. KPK berjanji tidak akan berhenti pada penyitaan fisik, namun akan menelusuri asal-usul emas dan uang tunai tersebut untuk memastikan apakah berasal dari aliran dana suap restitusi.
Kami masih kumpulkan bukti guna menetapkan siapa lagi yang akan dipanggil sebagai tersangka baru. Jejak aliran uang dan barang bukti terus kita telusuri tuntas,” tambah Achmad.
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena menyangkut hak uang negara yang dikorupsi melalui celah restitusi pajak bernilai puluhan miliar rupiah, dan kini jejaknya terbukti menyasar hingga ke wilayah Malang Raya.
BuserFakta.news akan terus mengawal perkembangan pengungkapan kasus ini
(Red)
























