Caesar Almunir, Ketua Umum Perhimpunan Aktivis Indonesia, Menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi serangkaian dinamika isu strategis yang mencakup bidang sosial, ekonomi, dan politik
Berbagai permasalahan mulai dari evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), gelombang aksi demonstrasi, maraknya praktik judi daring, hingga tekanan ekonomi yang mendorong tingginya biaya hidup menjadi perhatian bersama.
Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan penataan menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini meliputi peninjauan kembali sasaran penerima manfaat, penyesuaian sistem insentif, serta evaluasi operasional sejumlah dapur pelayanan yang sempat terhenti beroperasi.
Kondisi perekonomian masyarakat tetap menjadi fokus utama perhatian. Berbagai tantangan masih terasa, antara lain tingginya angka pengangguran, kenaikan biaya hidup, serta kesenjangan sosial-ekonomi yang belum sepenuhnya teratasi.
Salah satu pemicu utama adalah lonjakan harga BBM jenis nonsubsidi. Harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 naik cukup signifikan menjadi Rp16.250 per liter
Kenaikan ini memicu perdebatan mengenai dampaknya terhadap laju inflasi, bahkan menimbulkan antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar karena kekhawatiran masyarakat. Di sisi lain, elemen mahasiswa juga menyampaikan penolakan melalui aksi demonstrasi di berbagai daerah
Selama masa kampanye, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mencanangkan target penciptaan 19 juta lapangan kerja baru dalam kurun waktu lima tahun masa pemerintahan. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa pencapaian target tersebut berjalan lambat.
Sektor manufaktur, tekstil, dan industri padat karya sempat dilanda gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang mendorong kenaikan angka pengangguran. Meskipun data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya tren penurunan tingkat pengangguran dalam periode terakhir, penyerapan tenaga kerja baru tetap perlu ditingkatkan secara masif setiap tahun agar target yang ditetapkan dapat tercapai pada akhir masa jabatan.
Presiden Prabowo Subianto diketahui sedang memfokuskan perhatian pada penyusunan kebijakan ekonomi domestik serta merespons berbagai aspirasi yang muncul. Gelombang demonstrasi yang digelar oleh elemen mahasiswa, termasuk Perhimpunan Aktivis Indonesia dan BEM Se-Indonesia, antara lain menuntut evaluasi terhadap pelemahan nilai tukar Rupiah dan revisi Undang-Undang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pihak Istana menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan pemborosan keuangan negara serta memperbaiki sistem tata kelola pemerintahan secara menyeluruh.
Sementara itu, dari pandangan aktivis, sejumlah hal menjadi sorotan tajam. Dinyatakan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan dikhawatirkan berpotensi dimanfaatkan secara sepihak oleh pihak asing, yang pada akhirnya dapat memperlemah kestabilan nilai tukar Rupiah. Hal ini sejalan dengan pernyataan yang disampaikan Presiden, bahwa “jika ingin menghancurkan suatu negara, hancurkanlah mata uangnya
Selain itu, menurut pandangan tersebut, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan koperasi desa dinilai belum memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.
Di lapangan, program-program tersebut justru dianggap lebih menguntungkan pihak ketiga, dengan jaringan yang terstruktur mulai dari tingkat pusat hingga daerah.
Reporter: Sandi
























