BuserFakta.net – KOTA MALANG
Pemerintah Kota Malang menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2026 di Halaman Balai Kota Malang, Senin (1/6/2026). Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, kegiatan berlangsung dengan khidmat dan diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai elemen bangsa.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, bertindak selaku Inspektur Upacara, sedangkan pimpinan barisan upacara dijabat oleh Mayor Inf Saeroji (Pasi Waslator Waslat Baglat Rindam V/Brawijaya). Turut hadir jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah, camat, lurah, serta unsur TNI, Polri, ASN, pelajar, mahasiswa, dan organisasi kemasyarakatan.
Suasana pagi itu dipenuhi semangat kebangsaan. Barisan peserta terdiri dari unsur TNI, Polresta Malang Kota, Satpol PP, Dishub, Korpri, Pramuka, Paskibraka, hingga paduan suara yang bersama-sama menyukseskan jalannya acara.
Nilai Pancasila Relevan Hadapi Tantangan Zaman
Dalam amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang dibacakannya, Wali Kota menegaskan peringatan ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan momen memperkuat komitmen dan menghidupkan kembali nilai luhur dalam keseharian.
Menurut Wahyu, tema yang diusung tahun ini memiliki makna strategis di tengah dinamika global yang kompleks.
Pancasila adalah bintang penuntun bangsa Indonesia. Di tengah berbagai tantangan dan perubahan zaman, nilainya tetap relevan sebagai pedoman menjaga persatuan, gotong royong, toleransi, dan keadilan sosial,” ujar Wahyu.
Ia menekankan, keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa di Indonesia mampu berdiri kokoh dan bersatu semata karena fondasi Pancasila. Oleh karenanya, seluruh elemen bangsa wajib menjaga dan mengamalkannya.
Lebih lanjut, Wali Kota menyoroti pentingnya sikap toleransi sebagai pilar utama persatuan. Baginya, toleransi bukan hanya sekadar menghormati perbedaan, melainkan komitmen aktif menciptakan keharmonisan.
Persatuan tidak akan terwujud tanpa toleransi. Kita harus terus memperkuat sikap saling menghargai dan menjaga kerukunan. Sebaliknya, kita harus menolak bersama segala bentuk intoleransi, radikalisme, ujaran kebencian, dan tindakan pemecah belah bangsa, baik dari luar maupun dari dalam,” tegasnya.
Dasar Utama Kebijakan dan Pembangunan
Sebagai kepala daerah, Wahyu menegaskan bahwa setiap kebijakan dan program pembangunan pemerintah harus berpijak pada Pancasila. Pembangunan tidak hanya soal fisik atau infrastruktur, tetapi harus menghadirkan keadilan dan kesejahteraan nyata bagi rakyat.
Pancasila harus hadir dalam setiap kebijakan publik. Pembangunan bertujuan memberikan perlindungan, kesempatan yang sama, dan memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal,” tandasnya.
Kepada para pelajar dan mahasiswa, Wali Kota berpesan agar generasi muda menjadi garda terdepan penjaga nilai Pancasila di tengah arus era digital. Pancasila jangan hanya menjadi hafalan atau tulisan di dinding, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata di keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Rangkaian upacara berjalan tertib dan lancar, dimulai dari penghormatan pasukan, pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan Teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, amanat, hingga ditutup dengan doa bersama.
(Red)
























