BuserFakta – Malang
Berbeda dengan aksi kritik mahasiswa di Surabaya dan Malang, Pada hari ini, Sabtu (20/6/2026), gelombang aspirasi lain menggelinding: ribuan pelaku Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petani, peternak, dan pelaku UMKM se-Malang Raya menggelar aksi damai di kawasan strategis Kota Malang. Mereka menyuarakan keresahan nyata sekaligus menuntut keadilan ekonomi dari pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam orasi dan spanduk yang dibentangkan, mereka menegaskan:
Serap Produk Lokal! Sampai saat ini pasokan ke SPPG lebih banyak didominasi pemasok besar dari luar daerah, padahal Perpres No.115/2025 mewajibkan memprioritaskan hasil petani dan UMKM setempat
Jangan Jadi Penonton! Anggaran triliunan rupiah harus berputar di ekonomi lokal, bukan hanya menguntungkan pihak tertentu
Buka Akses Pasar! Keluhkan persyaratan administrasi yang berbelit dan persaingan yang tidak sehat, membuat hasil bumi Malang tersisih
Koordinator aksi menyatakan: “Kami mendukung MBG demi gizi anak, tapi jangan biarkan kami yang berproduksi justru kehilangan pasar. Bukan hanya gizi anak yang harus terjaga, tapi juga hidup petani dan UMKM.”
Massa juga mendesak Pemerintah Daerah dan Badan Gizi Nasional segera menerbitkan aturan tegas, memeriksa rantai pasokan, serta memberikan sanksi bagi SPPG yang menolak produk lokal tanpa alasan sah.
Aksi berlangsung tertib dan damai, dikawal aparat kepolisian. Fenomena ini menunjukkan bahwa polemik MBG bukan hitam-putih: ada kritik soal transparansi anggaran, sekaligus desakan agar manfaatnya benar-benar merata menyentuh pelaku ekonomi akar rumput.
(Tim/Red)
























