buserfakta.site – Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi denan tegas meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa petugas Beasiswa Pemuda Tangguh terkait pengelolaan dan penyaluran dana yang diduga tidak sesuai pada sasaran, karena sudah banyak temuan anak pejabat dan orang mampu jadi penerima manfaat beasiswa.
Eri juga meminta pemeriksaan dilakukan menyeluruh ke semua pejabat pemkot yang bertugas dalam proses administrasi beasiswa, karena diduga ada pemalsuan data.
Pemalsuan yang ia temui, mahasiswa merubah nominal penghasilannya orang tua, agar bisa diterima di sekolah negeri melalui jalur mandiri, lalu membebankan ke beasiswa Pemuda Tangguh,” ujarnya.
Tidak hanya disini saja, kecurangan berikutnya, ada pihak yang meloloskan, seharusnya beasiswa hanya menyasar mahasiswa yang berprestasi melalui jalur non mandiri dan kurang mampu.
Wali Kota Surabaya Eri meminta untuk memeriksa semuanya, mulai dengan pejabatnya yang memasukkan data, agar diperiksa semua. Sehingga dapat disimpulkan Ini ada pemalsuan data di dalamnya,” terangnya.
Dengan adanya pemeriksaan ini sangatlah penting, agar dapat melanjutnya untuk mengembalikan peruntukan beasiswa hanya bagi mahasiswa tidak mampu agar dapat meneruskan pendidikan yang lebih tinggi.
Memang beasiswa itu adalah prestasi tapi prestasinya kan harus dilihat juga dari sisi mana. Bukan prestasi yang melalui jalur mandiri yang nilainya tinggi,” imbuhnya. Kamis (22/1/2026).
Tidak lepas dari banyaknya temuan soal anak pejabat yang lolos mendapat beasiswa, Eri Cahyadi akan memastikan bantuan akan dihentikan.
Diketahui banyak anak pejabat yang lolos mendapatkan beasiswa Eri akan menghentikan bantuan.
Diantaranya yang sudah diketahui, Ada anak dari BUMN, ada juga anak pejabat Pemkot Surabaya dan pejabat Provinsi (Jatim) mereka bisa lolos karena masuk jalur ini,” ucapnya.
Diduga selama ini, mereka menyalahgunakan kesempatan dengan ingin memperoleh stigma mahasiswa berprestasi dan diterima di perguruan tinggi negeri.
Diketahui dengan jalur mandiri (yang UKT-nya) Rp15.000.000 per semester. Terus anak orang kaya, (dapat uang saku) Rp700.000 per bulan. Habis uang pemkot ini,” paparnya lagi.
Akibatnya, kuota penerima beasiswa anak tidak mampu terambil oleh mereka yang mampu.
Eri menanggapi berita sebelumnya soal temuan banyak anak pejabat menerima beasiswa Pemuda Tangguh sehingga pemkot memangkas jumlah bantuan yang semua total menjadi Rp2,5 juta per 2 semester.
Banyak komentar masyarakat yang mempertanyakan skrinning pemkot sehingga anak pejabat yang bukan sasaran bisa lolos.
(Tim/Red)
























