Beredar video di media sosial memperlihatkan sejumlah murid SD Negeri 117 Batununggal berbaris di halaman sekolah untuk menyambut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, Selasa (25/11).
Dari narasi yang beredar, murid-murid itu sengaja dikerahkan untuk menyambut Farhan yang dijadwalkan hadir untuk meninjau program “Buruan SAE”. Mereka disebut sudah berdiri di sana sejak pukul 08.00 WIB.
Namun, Wali Kota Bandung disebut batal hadir. Sekitar pukul 13.00 WIB, murid-murid itu akhirnya membubarkan diri.
Pemkot Bandung Bantah Beri Instruksi Penyambutan
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membantah adanya instruksi penyambutan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menyebut penyambutan siswa tidak direncanakan dan bukan bentuk penyambutan resmi dari pemerintah.
“Kebetulan rencananya Pak Wali Kota akan kunjungan, anak-anak selesai upacara dan ada inisiatif internal untuk bertemu wali kota,” kata Yayan melalui keterangan tertulis, Rabu (26/11).
Yayan mengatakan setiap kunjungan yang dilakukan berpegang pada prinsip tidak mengganggu ketertiban serta tidak melibatkan anak-anak atau siswa dalam bentuk apa pun.
“Prinsipnya, pengerahan anak-anak bukan sebuah instruksi dan tidak boleh. Pak Wali memerintahkan setiap kunjungan ke lapangan benar-benar harus ada permasalahan yang diselesaikan, dilakukan secara sederhana, dan tidak mengerahkan anak-anak,” ucap dia.
Ia menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan kunjungan resmi, undangan hanya diperuntukkan bagi pihak yang berkepentingan langsung.
“Untuk kehadiran pun hanya pihak yang memiliki kepentingan. Tidak boleh ada kegiatan yang mengundang kerumunan tanpa kebutuhan, apalagi melibatkan anak-anak,” ujarnya.
























