BuserFakta.news – SUBANG
Sebagai pemegang tampuk tertinggi pemerintahan desa, Kepala Desa memikul amanah besar untuk mengelola roda pemerintahan bersama rakyat, mewujudkan kesejahteraan, serta menjamin setiap rupiah anggaran yang turun dikelola secara terbuka, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan di hadapan publik. Namun kenyataan pahit justru terjadi di Desa Rancamulya, Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang.
Alih-alih terbuka dan melayani hak informasi masyarakat, Kepala Desa Rancamulya justru terkesan sengaja menghindar dan tak mau ditemui awak media untuk dimintai keterangan terkait realisasi anggaran yang telah dilaksanakan.l
Tim investigasi BuserFakta.news telah berulang kali mendatangi Kantor Desa Rancamulya, serta berupaya menghubungi melalui pesan WhatsApp maupun sambungan telepon pada Kamis, 30 Juli 2026 – namun hingga kini tak ada jawaban, tak ada penjelasan, dan yang bersangkutan sulit ditemukan.
Sikap pengelakan ini sangat mencurigakan dan berpotensi melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, pers merupakan lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang berhak melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, dan menyampaikan informasi; setiap elemen penyelenggara negara wajib menghormati dan menjamin hak tersebut.
Kelanjutan hal itu, tindakan yang bersangkutan juga terang-terangan menginjak Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, yang mewajibkan badan publik termasuk pemerintah desa memberikan akses dan jawaban yang memadai atas permintaan informasi yang menjadi hak rakyat
Padahal amanah Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme dengan tegas mewajibkan setiap pejabat negara dan penyelenggara pemerintahan termasuk di tingkat desa bertindak terbuka, jujur, dan tidak menutup-nutupi hal yang menyangkut kepentingan umum.
Semakin lama menghindar, semakin kuat dugaan publik bahwa ada sesuatu yang ditutupi, ada kejanggalan yang tak berani dibuka, dan pertanggungjawaban keuangan negara yang belum selesai. Selama tidak ada klarifikasi yang terbuka dan jujur, maka kecurigaan masyarakat dan kontrol sosial tetap sah untuk dilontarkan. Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Rancamulya belum memberikan tanggapan apapun.
Tim Investigasi: (Dian/Tim)






















